Kapten Moerdoko : Tetap Laksanakan Protokol Kesehatan di Masa Transisi

Jakarta Barat - Antisipasi Penyebaran Wabah Virus Covid-19 di Wilayah Koramil 05 Kebon Jeruk Kodim 0503/JB, Serka Besus Y 4 personil BKO yang di bantu 1 personil Kodim 0503/JB dan 2 personil Satpam PD Pasar Kedoya laksanakan PDMPK.

Kodim 0503/JB Gelar Baksos di Wilayah Koramil 04/Cengkareng

Jakarta - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0503/JB, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P bersama Ketua Persit KCK Cabang XVII Ny Endah Dadang Ismail yang didampingi Danramil 04/Cengkareng, Kapten Cpl Edy Moerdoko bersama Ketua Persit Ranting 05 Koramil 04/CK, Ibu Sriyatun Moerdoko melaksanakan Bakti Sosial (Baksos), Rabu, 20 Januari 2021.

Jakbar Berbagi di Jum'at Barokah

Jakarta - Lima kaum Dhuafa kembali mendapatkan kepedulian dari Koramil 04/Cengkareng, Kodim 0503/JB, dan Persit KCK Ranting 5 Cab XVII.

Gabungan Tiga Pilar Bonjer Gelar Ops Yustisi

Jakarta Barat - Sanksi sosial kembali di berikan kepada warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker.

Babinsa Pelda Sutoyo Bersama Jajaran Tiga PIlar Gelar OK PREND

Jakarta Barat - “Sebanyak 35 Orang yang terjaring tidak menggunakan masker dalam giat Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah Propinsi DKI (OK PREND) yang dilaksanakan gabungan 3 pilar dalam rangka Pelaksanaan Pergub No.51 Tahun 2020 tentang Penegakan Disiplin Mematuhi Protokol Kesehatan ( PDMPK ) untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid – 19. khususnya di Wilayah Kel. Kedoya Utara, Kec. Kebon Jeruk.” Urai Danramil 05/KJ Kapten Cpl R Edy Moerdoko.

Tuesday, July 31, 2018

Fadli Zon Ungkap Prabowo Ingin Bertemu Ustaz Somad,Ini Guna Pertemuanya

Foto Wakil Ketua Umum Garindra Fadli Zon.(Media Portalindo.co.id)

Portalindo.co.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengungkapkan, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto ingin bertemu dengan Ustaz Abdul Somad.
Menurut Fadli, rencana pertemuan ini guna menindaklanjuti rekomendasi ulama dan tokoh Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF).

Salah satu rekomendasi pertemuan GNPF adalah mengusung Prabowo dan Abdul Somad sebagai pasangan capres-cawapres.
"Kita ingin bertemu dengan beliau, kalau misalnya besok Pak Ustaz Abdul Somad bisa, ya kita bertemu," kata Fadli usai mendampingi Prabowo bertemu petinggi PKS di gedung DPP PKS, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Fadli menilai, rencana pertemuan Prabowo dan Somad ini guna bertukar pikiran dan pandangan soal Pilpres 2019. Namun, Fadli belum menjelaskan secara rinci terkait rencana lokasi dan waktu pertemuan itu.
"Kita ingin bertemu dengan beliau. Mendengarkan pandangan-pandangannya seperti apa, pemikiran-pemikiran .

Enggan menjadi cawapres
Namun, Abdul Somad menuturkan bahwa dirinya enggan menjadi cawapres. Hal itu diungkapkannya dalam akun instagram resminya di @ustadzabdulsomad.
Dalam postingannya yang memuat foto Prabowo dan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al-Jufri, Somad lebih memilih fokus di dunia dakwah dan pendidikan.

"Biarlah saya jadi suluh di tengah kelam, setetes embun di tengah sahara. Tak sungkan berbisik ke Habib Salim (Salim Segaf) tak segan bersalam ke Jenderal Prabowo," tulisnya.Ia menilai kombinasi figur Prabowo-Salim sudah mencerminkan kekuatan yang proporsional. Somad menilai Prabowo memiliki ketegasan yang diimbangi dengan kelembutan Salim sebagai salah satu tokoh Islam terbaik.(Kbr**)
Share:

Terkait Gugatan JK,Politisi Nasdem:Jangan Hianati Semangat Repormasi Hanya Untuk Langgengkan Kekuasaan.

Kisman Latumakulita/Portalindo.co.id

Nasional, Portalindo.co.id -  Mahkamah Konstitusi (MK), Jusuf Kalla, Megawati Soekanoputri dan Presiden Joko Widodo diminta agar tidak mengkhianati semangat reformasi hanya untuk melanggengkan kekuasaaan.Jangan hanya demi tetap bertahan di singgasana kekuasaan lima tahun mendatang harus mengorbankan ruh, jiwa dan semangat reformasi yang membatasi masa jabatan presiden dan wapres hanya dua kali

MK ada hari ini bukan karena jatuh dari langit, atau muncul dari dalam tanah dengan tiba-tiba. Adanya MK karena gerakan reformasi."Ingat, MK ada karena buah dari pengorbanan nyawa para pahlawan reformasi almarhum Elang Lesmana dan teman-teman," ujar politisi Partai Nasdem, Kisman Latumakulita kepada wartawan di Jakarta, Senin (30/7).Diingatkan Kisman, buah reformasi mengharuskan perombakan konstitusi UUD 1945 tentang pembatasan masa jabatan lembaga presiden dam wapres. Hanya dua kali dalam lima tahun. Aturan ini sebagai antitesa terhadap masa jabatan mantan Presiden Soekarno yang 20 tahun, dan Soeharto yang 32 tahun.

"Ketentuan ini sangat jelas untuk dipahami dan dimengerti oleh rakyat awam yang tidak belajar ilmu hukum sekalipun. Tidak butuh pakar-pakar yang profesor dan doktor hukum untuk memahami bahwa dua kali lima tahun itu adalah sepuluh tahun. Kalau ada pemahaman dan penafsiran yang lain, patut diduga sebagai upaya pengkhianatan kepada reformasi," ujar Kisman mengingatkan

Sebelumnya, MK menolak gugatan yang diajukan Banyak Sanjaya, Muhammad Hafidz dkk. Intinya menghendaki Jusuf Kalla boleh calon sebagai wapres. Alasan MK, Muhammad Hafidz dan Banyak Sanjaya dkk tidak memiliki legan standing sebagai penggugat. Mereka bukan parpol pengusung calon wapres dan atau belom pernah menjadi wapres dua kali.
Setelah itu Partai Perindo kembali ajukan gugatan ke MK, dengan pokok gugatan yang sama. Berharap JK boleh calon lagi sebagai wapres. Namun dalam gutagatan yang terakhir ini, JK ikut menempatkan diri sebagai pihak ikut serta dengan Partai Perindo dalam gugatan.

"Putusan yang terbaik bagi pendidikan politik bangsa dan MK sebagai anak kandung reformasi adalah menolak gugatan Parindo. Alasannya, Perindo juga tidak memiliki legal standing PT kursi di DPR 20 persen atau gabungan pemiliki PT kursi di DPR 20 persen yang bisa mengusung capres-cawapres. Dengan demikian, kedudukan JK yang ikut dengan Perindo gugur dengan sendirinya," ujar Kisman yang wartawan senior itu.

Kisman menduga ada operasi khusus dari jaringan-jaringan intilejen outsorsing agar MK mengabulkan gugatan Perindo. Bila gugatan ini dikabulkan, maka MK telah mencoreng mukanya sendiri dengan air comberan, karena mengkhianati kelahirannya sebagai anak kandung reformasi. Kelahiran MK selain untuk mengawal tegaknya kontitusi, juga untuk mengawal lamanya seseorang menjabat presiden dan wapres.

"Kalau Jusuf Kalla bisa menjabat tiga kali asal tidak berturut-turut, maka ini sebuah preseden buruk bagi bangsa. Sebab setelah tahun 2024, Agus Harimurti Yudhojono bisa menjabat presiden atau wapres empat samapi lima kali. Yang penting tidak dijabat secara beruturu-turut. Dan inilah pengkhianatan MK kepada gerakan reformasi secara nyata dan telanjang," ujar Kisman

Ditambahkan Kisman, Megawati, Jokowi dan JK bisa menjadi peresiden dan wapres karena buah dari gerakan reformasi. kekuasaan apapun yang melekat pada ketiga tokoh ini sekarang harus tetap membuat mereka menjadi benteng yang penjamin bagi tegaknya jiwa, ruh dan samangat reformasi. Jangan sampai mereka bertiga tergoda oleh penyelundup kekuasaan lama yang sekarang menyelusup masuk lingkaran Megawati, Jokowi dan JK.

Kisman juga mengingatkan MK agar sidang-sidang yang mendengarkan pendapat ahli hukum tatanegara atas gugaratan Partai Perindo ini dilakukan secara terbuka. Masyarakat dan publik harus harus bisa mendengar dan menyaksikan pendapat-pendapat ahli yang berkembang di dalam ruang sidang. Keputusan juga tidak perlu dibuat MK dengan terburu-buru.

"Kalau dibuat keputuskan terburu-buru dan mengejar tayang, maka patut dicurigai MK bekerja berdasarkan pesanan. Toh, hukum acara yang berlaku di MK memberi batas waktu paling cepat empat bulan. Kecuali sidang-sidang untuk gugatan sengketa Pilkada Gubernur, Bupati dan Walikota, yang memang harus diputuskan secepatnya," himbau Kisman.(Kwl/Kbr)
Share:

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amin Rais Tak Akan Ajukan Cawapres Ke Prabowo

Amien Rais. Foto: Dokumen Media Portalindo.co.id

Portalindo.co.id, Jakarta - Kader PAN tak direkomendasikan ulama di Ijtimak Ulama untuk menjadi cawapres Prabowo Subianto. Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais malah memuji hasil Ijtimak Ulama itu. Mengapa? "Oh nggak, justru di situ hebatnya. Jadi PAN nggak akan mengajukan supaya ada kebersamaan," kata Amien Rais di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Saat ditanya apakan PAN berlapang dada atau legawa dengan hasil Ijtimak Ulama itu, Amien mengiyakan. "Iya," katanya singkat. Soal dukungannya ke Somad, Amien ditanyai soal latar belakang Somad yang dari Nahdlatul Ulama. Amien sendiri merupakan eks Ketum PP Muhammadiyah.

"Saya orang Muhammadiyah. Waktu saya Ketua MPR mengetuk palu Gus Dur jadi presiden itu, orang Muhammadiyah se-Indonesia sujud syukur, 'ya Allah seorang santri jadi presiden'. Muhammadiyah saya kira nggak harus Muhammadiyah. Kalau ada muslim yang bagus, tanggung jawab, itu. Siapa pun," ucap Amien.(Red**)
Share:

Di Sultra Relawan Deklarasi Untuk Pasangan Jokowi-Moeldoko

 Suasana deklarasi relawan se kota Kendari untuk pasangan Jokowi-Moeldoko pada pilpre 2019.(Foto Umar Dany/Portalindo.co.id)

Portalindo.co.id, Sultra – Puluhan pemuda dan mahasiswa se kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Senin (30/7/2018) resmi menyatakan sikap mendukung pasangan Jokowi-Moeldoko sebagai bakal calon presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.

Pernyataan sikap tersebut dituangkan saat penandatanganan baliho Jokowi-Moeldoko serta pembacaan deklarasi di salah satu hotel di Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (30/7/2018).Anakia Endri Gejala Saosao selaku penginisiasi relawan bakal calon presiden dan wakil presiden Jokowi-Moeldoko mengatakan, deklarasi yang dilakukan merupakan langkah awal untuk membentuk tim sukses.

“Saat ini jumlah relawan Jokowi-Moeldoko di 17 kabupaten kota yang tersebar di Sultra mencapai 5.000 orang. Dipastikan akan bertambah pasca deklarasi,”ujar Anakia Endri kepada awak media usai deklarasi.Anakia mengaku, alasan relawan mendukung Jokowi karena pihaknya melihat perekonomian rakyat Indonesia makin membaik.

“Alasan kami memilih Moeldoko karena beliau sosok yang tegas sehingga pas untuk mendampingi Jokowi,”ucap Anakia.Anakia menambahkan, setelah deklarasi dirinya bersama seluruh relawan bergerak untuk memenangkan Jokowi-Moeldoko pada pemilihan presiden 2019 mendatang.
(Umar Dany)
Share:

Ketua Pengda Lemkari Lantik Pengurus Pengcab Lemkari,Ali Mazaih Hadir Sebagai Pembina Olahraga Sultra

La Ode M. RajiunTumada bersama Ali Mazi saat hadir dalam pelantikan pengurus cabang (Pengcab) Lemkari kota-Kendari. (Foto: Umar Dany/Portalindo.co.id)

Portalindo.co.id, Sultra – Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Lembaga Karate-do Indonesia (Lemkari) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Drs. La Ode M. Rajiun Tumada, M.Si melantik pengurus, cabang (Pengcab) Lemkari kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Minggu (29/7/2018).Hal tersebut sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) Lemkari, serta program kerja pengprov Lemkari Sultra dan sesuai dengan surat keputusan pengprov Lemkari Sulawesi Tenggara No. 6 tahun 2018 tanggal, 10 maret 2018, tentang susunan pengurus kota Kendari Lembaga Karate-Do Indonesia periode 2018-2022.

Pada cara yang digelar di Aula PT. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sultra Jln. Mayjend Sutoyo No. 95 Kendari tersebut, La Ode M. Rajiun Tumada, M.Si mengharapkan Pengcab Lemkari Kota Kendari dapat meningkatkan prestasi Karate serta menciptakan atlit yang profesional.
“Saya berharap Karate bukan sekedar olahraga, tapi lebih kepada olahraga prestasi”

Mantan atlet karate yang pernah bertanding mewakili Indonesia di 16 negara ini menambahkan, “Lemkari di Sultra, ada lebih dari 5 ribu kohai yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara, sehingga menurut saya Lemkari memang perlu dan sangat patut untuk di perhitungkan.”

Dalam acara yang turut dihadiri oleh pembina olahraga Sultra, Ali Mazi, SH tersebut Rajiun mengharapkan sinergitas antara pemerintah provinsi dengan seluruh elemen untuk mewujudkan Karateka yang membawa nama baik Sulawesi Tenggara.“Sultra dulu cukup dikenal dengan Karate nya, namun saat ini Karate sudah cukup lama tenggelam, tetapi Saya yakin Inshaa Allah nantinya dibawah pimpinan Ali Mazi sebagai Gubernur Sulawesi Tenggara akan bangkit kembali.”

Penyandang Dan V Karate ini berharap kepada seluruh Karateka Sulawesi Tenggara, terkhusus Kota Kendari agar selalu menjunjung tinggi sikap Bushido dalam kehidupan sehari-hari.Ditempat yang sama, Ali Mazi, SH selaku pembina olahraga Sultra sekaligus sebagai ketua Inkado Sultra mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh seluruh pengurus Lemkari Sultra.

Ali Mazi menyampaikan, semoga apa yang telah dilakukan oleh Lemkari Sultra, dapat berkembang dan bersaing di seluruh Indonesia, juga menjadi semangat baru bagi insan olahraga di Sultra khususnya Lemkari untuk mengambil bagian pada ajang prestasi Nasional, Regional hingga melangkah ke Internasional.“Saya sangat mengapresiasi, mudah mudahan kegiatan Karate di Sultra dapat mengikuti apa yang dilakukan oleh Lemkari,” ujar Ali Mazi.

Pada kesempatan yang sama, Ali Mazi menyampaikan pula rasa terimakasihnya kepada warga Lemkari yang telah memberikan kepercayaan kepada dirinya dalam pemilihan Gubernur Sultra, semoga amanah yang telah diberikan masyarakat dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya demi pertumbuhan perekonomian Sulawesi Tenggara yang lebih baik.

Selaku ketua Inkado Sultra, Ali Mazi mengatakan, bahwa organisasi Karate perlu ditumbuh kembangkan agar bisa lebih baik dan lebih maju.“Saya juga akan melaksanakan kegiatan serupa di Inkado Sultra, seperti dilakukan oleh Lemkari, yang dinahkodai Sihan La Ode Rajiun Tumada,” pungkas  Ali Mazi.
(Umar Dany)
Share:

Monday, July 30, 2018

Indonesia Gudang Talenta di Asia Tenggara


Oleh : Dodik Prasetyo 

Nama Lalu Muhammad Zohri mencuat kepermukaan setelah meraih medali emas di kejuaraan dunia atletik U-20 di Finlandia. Zohri mengalahkan pesaing-pesaingnya di 100 meter putra dengan catatan waktu 10,18 detik. Dalam sekejab ia dianggap andalan Indonesia di cabang olahraga atletik pada Asian Games 2018 yang akan digelar pada 18 Agustus mendatang. 

Tapi apa hanya Zohri yang akan menjadi andalan Indonesia di ajang olahraga multievent terbesar di Asia itu nanti? Tentu tidak, masih banyak atlet-atlet muda Indonesia lainnya yang memiliki begitu banyak prestasi dan tidak kalah saing dengan atlet-atlet dari luar negeri. 

Salah satunya Sri Wahyuni, lifter angkat besi putri Indonesia ini meraih medali perak di Asian Games Incheon 2014 dan Olimpiade Rio 2016 lalu. Lifter berusia 23 tahun tersebut sudah meraih segudang prestasi. 

Pada seleksi nasional bulan Juni lalu Yuni panggilan Sri Wahyuni, bahkan berhasil melewati rekor juara dunia Chanu Saikhom Mirabai dari India. Sebelumnya angkatan terbaik Mirabai 196 kilogram dengan 86 kg snatch dan 110 kg clean dan jerk.

Sementara Yuni berhasil mencatatkan 198 kg dengan rincian 86 kg untuk snatch dan 112 kg untuk clean and jerk di seleksi nasional. Yuni salah satu atlet muda yang mengukir begitu banyak prestasi membanggakan. 

Sejak tahun 2013 lalu Yuni telah mengikuti kejuaraan-kejuaraan baik ditingkat nasional maupun internasional. 
Pada tahun 2013, Yuni sudah meraih medali emas dari Islamic Solidarity Games (ISG) III di Palembang dan medali emas di SEA Games Myanmar. Di tahun 2017 lalu Yuni juga berhasil meraih medali emas di ISG IV Azerbaijan.

Di sektor bulutangkis Indonesia juga memiliki banyak atlet berbakat. Contohnya Kevin Sanjaya yang berpangsangan dengan Marcus Gideon di sektor ganda putra. Kevin baru berusia 22 tahun tapi ia sudah menjadi pebulutangkis terbaik di dunia di sektor ganda putra. 

Kevin bahkan juara All-England dua kali berturut-turut. Ia sudah memiliki banyak gelar di Turnamen Internasional. Pada tahun 2017 lalu ia juga menjadi Pemain Terbaik Putra versi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).  

Di renang ada I Geda Siman Sudartawa yang meraih medali emas di SEA Games 2017 lalu dalam nomor gaya punggung 50 meter. Dalam ajang tersebut Siman nama panggilannya, juga mencatatkan rekor dengan catatan waktu 25,20 detik. Siman pun menjadi perenang gaya punggung tercepat di Asia Tenggara. 

Tidak hanya itu Siman juga meraih emas 4x100 estafet gaya ganti di SEA Games 2017. Dia turut meraih perak 100 meter gaya punggung dan perunggu 4x100 estafet gaya bebas. Selain Siman di cabang olahraga renang Indonesia juga memiliki Gagarin Nathaniel yang juga dikenal sebagai salah satu atlet muda berprestasi. 

Pada SEA Games Kuala Lumpur 2017 lalu, ia sukses menyumbangkan satu medali emas untuk Indonesia. Gagarin yang baru berusia 19 tahun, meraih medali emas dari nomor 100 meter gaya dada putra. Dalam perlombaan itu, dia mencatatkan waktu 1 menit 01.76 detik.

Gagarin juga mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada  Islamic Solidarity Games (ISG) Azerbaijan 2017 lalu. Medali emas tersebut didapatkan Gagarin dari nomor 200 meter gaya dada putra. 

Di wushu ada Felda Elvira Santoso yang mempersembahkan medali emas di SEA Games 2017 lalu. Ia meraih posisi pundah di kategori Dao Shu. Pada ajang yang sama Felda juga mempersembahkan medali perak di nomor Gun Su. 

Felda juga mempersembahkan emas  di Kejuaraan Dunia Wushu ke-14 di Rusia pada tahun 2017 lalu. Membuat Indonesia berhasil berada diperingkat ketiga di kejuaraan itu hanya kalah dari Cina dan Hong Kong. 

Indonesia juga memiliki atlet cabang olahraga taekwondo yang berprestasi di kancah internasional. Mariska Halinda menjadi atlet cabang taekwondo nomor kyoguri. Mariska mempersembahkan medali emas di SEA Games Malayasia 2017 lalu ia juga menjuarai Kazakhstan Terbuka, mendapatkan medali perak di Malaysia Terbuka dan Kejuaraan Asia.  

Sejak SEA Games 2017 lalu Mariska mencuat kepublik. Diberbagai ajang internasional ia selalu dianggap menjadi andalan bagi Indonesia terutama di kyoguri 53kg putri. Tentu harapannya Mariska bisa mempersembahkan prestasi terbaik di Asian Games 2018 mendatang.  

Di cabangan olahraga panahan Indonesia memiliki Riau Ega Agatha. Pemanah nomor 22 di dunia ini mencuat namanya setelah mengalahkan pemanah nomor satu di dunia Kim Woo-jin pada Olimpiade Rio 2016 lalu. Meski gagal meraih emas pada ajang tersebut tapi Ega terus mengharumkan nama bangsa di ajang-ajang lainnya. 

Ega mempersembahkan medali perak di Kejuaraan Dunia pada nomor beregu recurve. Duetnya dengan Diananda Choirunnisa juga berhasil mempersembahkan medali emas untuk Indonesia di SEA Games 2017 lalu.

Masih banyak atlet muda Indonesia lainnya yang memiliki kesempatan dan peluang besar mempersembahkan medali di Asian Games nanti. Banyak atlet-atlet muda Indonesia yang sudah memberikan prestasi terbaik mereka untuk Tanah Air tercinta. 

Atlet-atlet Indonesia tidak kalah dengan atlet-atlet dari luar negeri. Sebelum menjalani multievent mereka juga kerapkali berprestasi di ajang-ajang internasional lainnya. Hanya saja tidak banyak diantara mereka yang mendapat ekspos atau mereka yang memang tidak terlalu ingin terlihat menonjol. 

Contohnya seperti Sri Wahyuni yang tidak mau terlalu diekspos oleh media. Meski prestasinya seringkali membuat orang terkejut. Olahraga yang ia tekuni memang bukan olahraga yang popular di Indonesia tapi prestasinya membuat orang sadar bahwa Indonesia juga memiliki talenta-talenta yang luarbiasa banyak. 

Kini yang dibutuhkan oleh atlet-atlet Indonesia hanya didukungan yang dari seluruh masyarakat Indonesia agar mereka bisa mempersembahkan hasil yang maksimal bagi negeri tercinta di Asian Games nanti. Sebab dukungan dan motivasi rakyat Indonesia akan membakar semangat mereka di setiap pertandingan yang akan mereka jalani.

•  Penulis adalah kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)
Share:

Ini Vonis Dan Pidana Denda Penyuap Cagub Sulawesi Tenggara Oleh Majelis Hakim Tipikor

Sidang dakwaan Hasmun Hamzah di Pengadilan Tipikor (Foto:Umar Dany/Portalindo.co.id)

Jakarta, Portalindo.co.id - Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara, Hasmun Hamzah, divonis dua tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Hasmun juga diwajibkan membayar pidana denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Putusan itu lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK selama tiga tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan.

Majelis hakim menilai Hasmun terbukti menyuap calon Gubernur Sulawesi Tenggara Asrun, Wali Kota Kendari nonaktif Adriatma Dwi Putra, dan mantan Kepala BPKAD Kendari, Fatmawati Faqih. Suap yang diberikan kepada tiga orang tersebut berjumlah Rp 6,798 miliar.

"Mengadili menyatakan terdakwa Hasmun Hamzah melakukan tidak pidana korupsi," kata Ketua Majelis Hakim Hariono saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (30/7).Hasmun dinilai terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.


Dalam putusannya, hakim menyatakan pemberian suap tersebut dilakukan agar Hasmun mendapatkan proyek di Kota Kendari. Suap tersebut diberikan Hasmun saat Asrun masih menjabat Wali Kota Kendari 2012-2017.Dalam putusannya, hakim mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Dalam pertimbangan yang memberatkan, Hasmun dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Hal yang meringankan yakni Hasmun selama proses persidangan berlaku sopan, mengakui perbuatannya, dan masih mempunyai tanggungan keluarga," ujar Hakim Hariono.
Majelis hakim juga mengabulkan permohonan Hasmun sebagai justice collaborator (JC).
"Terdakwa ditetapkan sebagai justice collaborator," kata hakim.

Dalam kasus tersebut, Hasmun terbukti menyuap Asrun untuk memenangkan dua proyek di Kota Kendari. Dua proyek itu yakni pembangunan Gedung DPRD Kota Kendari tahun 2014-2017 dengan nilai kontrak Rp 49,2 miliar dan pembangunan Tambat Labuh Zona III, Taman Wisata Teluk Ujung Kendari Beach tahun 2014-2017 dengan nilai Rp 19,9 miliar.

Tak berhenti di situ, ketika Asrun digantikan oleh anaknya, Adriatma, Hasmun juga tetap memberikan uang suap untuk memenangkan sejumlah proyek. Salah satuya proyek tersebut yakni pembangunan jalan Bungkutoko-Kendari Newsport 2018-2020 dengan nilai kontrak Rp 60,1 miliar.(**)

Penulis : Umar Dany
Share: