Kapten Moerdoko : Tetap Laksanakan Protokol Kesehatan di Masa Transisi

Jakarta Barat - Antisipasi Penyebaran Wabah Virus Covid-19 di Wilayah Koramil 05 Kebon Jeruk Kodim 0503/JB, Serka Besus Y 4 personil BKO yang di bantu 1 personil Kodim 0503/JB dan 2 personil Satpam PD Pasar Kedoya laksanakan PDMPK.

Kodim 0503/JB Gelar Baksos di Wilayah Koramil 04/Cengkareng

Jakarta - Komandan Distrik Militer (Dandim) 0503/JB, Kolonel Inf Dadang Ismail Marzuki, S.I.P bersama Ketua Persit KCK Cabang XVII Ny Endah Dadang Ismail yang didampingi Danramil 04/Cengkareng, Kapten Cpl Edy Moerdoko bersama Ketua Persit Ranting 05 Koramil 04/CK, Ibu Sriyatun Moerdoko melaksanakan Bakti Sosial (Baksos), Rabu, 20 Januari 2021.

Jakbar Berbagi di Jum'at Barokah

Jakarta - Lima kaum Dhuafa kembali mendapatkan kepedulian dari Koramil 04/Cengkareng, Kodim 0503/JB, dan Persit KCK Ranting 5 Cab XVII.

Gabungan Tiga Pilar Bonjer Gelar Ops Yustisi

Jakarta Barat - Sanksi sosial kembali di berikan kepada warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker.

Babinsa Pelda Sutoyo Bersama Jajaran Tiga PIlar Gelar OK PREND

Jakarta Barat - “Sebanyak 35 Orang yang terjaring tidak menggunakan masker dalam giat Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah Propinsi DKI (OK PREND) yang dilaksanakan gabungan 3 pilar dalam rangka Pelaksanaan Pergub No.51 Tahun 2020 tentang Penegakan Disiplin Mematuhi Protokol Kesehatan ( PDMPK ) untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan Covid – 19. khususnya di Wilayah Kel. Kedoya Utara, Kec. Kebon Jeruk.” Urai Danramil 05/KJ Kapten Cpl R Edy Moerdoko.

Friday, May 1, 2020

Dampak Corona Pemerintah Bebaskan Pajak UMKM


Oleh : Rayyan Haris )*

Portalindo.co.id-@mr
Jum'at, 01 Mei 2020 - Adanya pandemi Covid-19 memang berimbas pada perekonomian tidak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia terkena dampaknya. Mengingat hal ini beberapa kebijakan mulai dibuat untuk menangani beberapa masalah. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan bebasnya pajak bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
Sebelum ini, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun memberi usulan pada Presiden Joko Widod terkait pembebasan pajak pada para pelaku UMKM. Usulan ini merujuk pada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah China. Bukan tanpa alasan usulan itu diluncurkan. Pasalnya, pajak yang dikenakan itu dirasa cukup berat bagi para pelaku UMKM karena perhitungan pajak tidak didasarkan pada keuntungan melainkan pada omzetnya. 
Kemudian Presiden Joko Widodo memberikan kebebasan pajak pada pemilik usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun. Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan kondisi perekonomian para pemilik usaha kecil dan menengah di tengah Covid-19 yang mewabah. Mengingat laju usaha mereka yang tidak berjalan dengan mulus lantaran adanya pandemi Covid-19. 
Pada rapat kabinet yang digelar melalui video conference Rabu lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa intensif perpajakan untuk para pemilik usaha kecil dan menengah dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun. Sekiranya di sini pemerintah telah menurunkan nilai PPh (Pajak Penghasilan) final unutk UMKM mulai dari 0,5 persen hingga 0 persen.
Pembebasan pajak ini akan berlaku selama enam bulan dimulai pada bulan April dan berakhir pada bulan September 2020. Dengan adanya pembebasan pajak ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat bertahan di masa sulit. Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga memastikan bahwa pelaku UMKM yang termasuk kategori miskin akan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat. Bantuan ini meliputi tagihan listrik gratis, PKH, bansos tunai, bansos sembako, Kartu Prakerja dan BTL desa.
Presiden Joko Widodo juga menjanjikan relaksasi atau kelonggaran kredit bagi pelaku UMKM baik menunda angsuran ataupun memberikan subsidi bunga. Para pelaku UMKM juga diberi kemudahan dalam mendapatkan pinjaman baru. Telah disepakati memang bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang mengalami kesulitan biaya, boleh mengajukan pinjaman baru. Selain itu, pelaku usaha ultra mikro juga akan mendapatkan bantuan langsung tunai dari pemerintah.
Beberapa kementrian yang dapat memberikan bantuan untuk kelonggaran kredit ini meliputi Kementrian Kelautan dan Kementrian Pertanian. Pelonggaran kredit ini juga akan diperluas sampai ke UMKM yang dibantu oleh pemerintah daerah.
Mentri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menekankan bahwa keberadaan UMKM ini sangatlah penting bagi perekonomian nasional. Pasalnya, UMKM memberikan kontribusi 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto. Tidak hanya itu, UMKM juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja sampai 97 persen. Ini bagian dari upaya pengurangan angka pengangguran. Terlebih, sekitar 99 persen UMKM dan mayoritas 89 persen lebih adalah usaha level micro. Itulah alasan UMKM harus diselamatkan dengan mengurangi sedikit beban perpajakan yang mereka tanggung.
Dalam hal ini, upaya dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah telah tepat. Tidak hanya para pasien positif Covid-19 saja yang membutuhkan penanganan. Akan tetapi, lapisan masyarakat lain khususnya lapisan masyarakat bawah tentu akan mengalami kesulitan ekonomi disaat pandemi seperti ini.
Semua itu dilakukan dalam rangka mempertahankan kesejahteraan rakyat. Krisis ekonomi kala pandemi seperti saat ini memang cukup meresahkan. Segala upaya dikerahkan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan meski kadang beberapa masih kecolongan kemudian beredar berita mati kelaparan. Ini yang tidak diinginkan oleh pemerintah.

)* Penulis adalah Mahasiswa IISIP Jakarta
Share:

Mudik Memicu Kenaikan Pasien Positif Covid-19 di Daerah


Oleh : Tiara Ramadhani )*

Portalindo.co.id-@mr
Jum'at, 1 Mei 2020 - Kebijakan larangan mudik baru saja diperketat, tapi masyarakat bukan mematuhi malah berbondong-bondong untuk mudik. Kini, beberapa daerah menjadi meningkat pasien positif akibat perilaku mudik masyarakat.
Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI, Pandu Riono memperkirakan bahwa kasus Covid-19 di pulau Jawa kemungkinan mencapai satu juta saat idul fitri, apabila 20 persen atau 6,5 juta warga Jabodetabek nekat mudik.
Secara kumulatif angka kasus akan mengalami peningkatan hingga satu juta pada bulan Mei hingga Juni di pulau Jawa di luar Jabodetabek, karena para pemudik yang pulang kampung dan menjadi pembawa Covid-19.
Estimasi kumulatif dari kasus Covid-19 ini dapat mencapai 1 juta jika 6,5 juta penduduk tersebut berada di kampungnya selama tujuh hari. Seandainya 6,5 juta penduduk itu tidak mudik, maka total kasus positif Covid-19 pada Mei hingga Juni di pulau Jawa kecuali Jabodetabek diperkirakan menembus 770 ribu. Sedangkan total kasus positif Covid-19 di wilayah Jabodetabek mencapai 240 ribu pada bulan Mei dan Juni nanti.
Apabila 6,5 juta warga Jabodetabek tidak mudik, maka penambahan kasus per hari di pulau Jawa bisa lebih diminimalisir menjadi 30 ribu. Untuk itu, pemerintah menetapkan kebijakan larangan mudik. Namun, dapat diamati bahwa masih banyak warga yang enggan mematuhi kebijakan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Garut melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 baru saja melaporkan adanya penambahan pasien positif Covid-19. Terdapat 10 penambahan pasien yang salah satunya adalah balita berumur 2 tahun. Saat ini mereka tengah ditangani di RSUD dr Slamet. 
Ricky Rizki selaku juru bicara Covid-19 Kabupaten Garut mengatakan bahwa satu pasien positof Covid-19 yang masih balita berumur 2 tahun adalah warga kecamatan Cibatu. Dari 10 pasien itu, satu diantaranya sembuh, satu meninggal, satu masih menjalani isolasi mandiri, dan 7 lainnya dalam perawatan.
Meningkatnya jumlah pemudik ke Kabupaten Garut membuat Satgas Covid-19 kewalahan dalam melakukan pemantauan. Terdata 2.341 orang dalam pemantauan (ODP), dan 2.214 dari jumalh itu telah selesai dipantau.
Banyaknya pemudik yang berasal dari zona merah ke Kabupaten Garut membuat petugas benar-benar kewalahan. Sekitar 529 Orang Tanpa Gejala (OTG) terdeteksi dari ribuan pemudik. Beberapa di antaranya telah selesai dan masih 292 dalam pemantauan. OTG memang cukup berbahaya karna menyebarkan virus tanpa gejala. 
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menyebutkan beberapa pemudik yang masih saja nekat secara sembunyi-sembunyi memasuki kawasan Jawa Tengah meski telah ada larangan yang telah diberlakukan. Kemudian beliau menyinggung soal peristiwa tujuh penumpang travel yang positif Covid-19 di Cilacap.
Mudik menjadi sangat berbahaya karena hal tersebut menjadi media penyebaran virus Covid-19 dan kasusnya bisa meluas. Jikalau terdapat kondisi yang mendesak dan mengharuskan untuk pulang kampung, ada baiknya jika mengurus perizinan kepada pemerintah. Sehingga pemerintah daerah setempat dapat melakukan pemantauan dan mengambil tindakan yang tepat.
Sejumlah bupati, walikota bahkan kepala desa telah memberikan respons yang baik terkait masalah mudik. Beberapa tempat karantina juga telah dipersiapkan. Kini, sangat diharapkan kesadaran dari pemudik sendiri bahwa dirinya yang berasal dari zona merah tentunya menjadi perantara penyebaran Covid-19 ke kampung halamannya.  
Sekeras apapun pemerintah dan tim medis melakukan penanganan, apabila tidak ada kerja sama yang baik dari masyarakat, pandemi ini akan semakin sulit teratasi. Pelemahan virus sendiri masih terus diteliti, salah satu upaya yang cukup signifikan adalah menghentikan penyebaran Covid-19. 

)* Penulis adalah mahasiswi Universitas Pakuan Bogor
Share:

Stok Pangan Aman Selama Pandemi Covid-19 dan Ramadhan


Oleh : Edi Jatmiko )*

Portalindo.co.id-@mr
Kamis, 30 April 2020 - Sembako seperti beras, gula, dan lain-lain adalah kebutuhan pokok masyarakat dan mereka membeli untuk stok selama Ramadhan. Walau ada pandemi Covid-19, namun pemerintah menjamin bahwa persediaannya sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu takut kehabisan pangan.
Ramadhan tahun 2020 ini berbeda karena dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Ada himbauan untuk stay at home sehingga masyakat membeli beras, gula, dan sembako lain untuk persediaan selama sebulan, karena tidak boleh sering keluar rumah. Apalagi mereka juga butuh beras yang akan dibagikan untuk zakat fitrah, sehingga wajar ketika membeli dalam jumlah yang sedikit lebih banyak daripada di hari-hari biasa.
Masyarakat bisa tenang berbelanja karena persediaan beras di Bulog juga sangat mencukupi. Tidak ada kelangkaan bahan pokok ini, apalagi sebentar lagi panen raya. Dipastikan berasnya akan berlimpah-ruah. Jadi, diharap mereka membeli beras dalam jumlah yang cukup selama sebulan, dan tidak memborong hingga berkarung-karung dan melakukan panic buying akibat takut kota akan di-lock down selama pandemi covid-19 berlangsung. Karena hal ini bisa mengakibatkan kenaikan harga beras. 
Di bulan Ramadhan, pembelanjaan gula melonjak karena dibutuhkan untuk membuat minuman manis saat berbuka dan juga kue kering lebaran. Jangan kahwatir, persediaan gula juga aman karena ada operasi pasar. Hal ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi akibat belum ada lagi penggilingan tebu beberapa waktu lalu. 
Setidaknya 250.000 ton gula pasir digelontorkan di dalam operasi pasar, dan disalurkan tidak hanya di seputaran Jakarta. Namun juga di Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga di Kalimantan dan pulau-pulau lain. Jadi masyarakat bisa membelinya dan mendapatkannya dengan harga yang sedikit lebih murah daripada di pasaran.
Harga telur juga agak turun, dari 25.000 jadi 22.000 rupiah per kilogram, karena stoknya berlimpah. Hal ini membuat para ibu bahagia karena di bulan Ramadhan ini telur adalah lauk favorit yang praktis untuk dimasak ketika akan berbuka puasa. Telur juga sangat dibutuhkan oleh pengusaha kue kering sebagai salah satu bahan untuk membuat cookies. Persediaan telur yang mencukupi tentu membuat mereka merasa tenang.
Selain gula dan telur, bawang putih juga jadi kebutuhan dapur yang wajib dicari oleh para ibu. Bawang jenis ini juga dipercaya bisa meningkatkan imunitas untuk menghalau virus corona, jadi memang lebih banyak orang yang memburunya. Stok bawang putih sudah mulai stabil dan harganya tidak terlalu mahal, hanya sekitar 40.000 rupiah per kilogram. Selain bawang putih lokal, akan ada tambahan bawang impor yang barangnya akan datang beberapa waktu lagi. Jadi dipastikan persediaannya aman dan tak ada lagi kelangkaan bawang di pasaran.
Stok daging ayam di pasaran juga sangat mencukupi dan harganya malah turun drastis, padahal biasanya ketika Ramadhan, harganya melonjak sangat tinggi. Biasanya ayam dijual seharga 35.000 hingga 40.000 di bulan puasa, namun kali ini para pedagang membandrolnya dengan harga hanya 25.000 hingga 28.000 per kilogram. Penyebabnya adalah persediaan ayam melimpah sedangkan permintaan dari rumah makan menurun, karena rata-rata mereka tutup di bulan puasa.
Selama pandemi covid-19 dan bulan Ramadhan, maka persediaan sembako dan bahan pangan lain dijamin aman. Masyarakat tidak perlu resah dan memborong beras, karena keadaan Indonesia masih aman dan tidak akan di –lock down untuk menghindari penyebaran virus corona. Boleh belanja untuk stok tapi jangan sampai panic buying dan memborong sembako sehingga membuat orang lain merugi, karena harganya bisa naik (sesuai dengan hukum ekonomi). 
Pemerintah sudah membuat operasi pasar untuk memastikan persediaan gula se-Indonesia aman dan stok beras juga sangat banyak karena jelang tengah tahun ini ada panen raya. Stok bahan lain seperti cabe, bawang, telur, dan ayam juga tersedia banyak. Walau kita menjalani Ramadhan di tengah pandemi covid-19, namun sirkulasi sembako masih lancar dan masyarakat diminta untuk tidak panik. Karena pemerintah sudah menjamin keamanan persediaan sembilan bahan pokok. 

)* Penulis adalah warganet, aktif dalam lingkat Pers dan Mahasiswa Cikini
Share:

Kartu Prakerja Solusi Dampak Pandemi Covid-19


Oleh : Raavi Ramadhan )*

Portalindo.co.id-@mr
Kamis, 30 April 2020 - Kartu pra kerja adalah terobosan pemerintah untuk mengatasi pengangguran. Dengan memiliki kartu ini, maka masyarakat akan mendapatkan pelatihan dan meningkatkan keterampilan, yang bisa dijadikan modal berwirausaha. Kartu pra kerja sangat disambut dengan antusias oleh masyarakat terutama di saat Pandemi Covid-19.
Kartu pra kerja adalah program yang dijanjikan oleh Presiden Joko Widodo ketika awal masa kampanye. Janji ini benar-benar ditepati, sejak awal april, sudah dimulai pendaftaran kartu ini melalui situs resmi. Total lebih dari 8 juta orang mendaftar ke websitenya, bahkan server sempat hang karena antusiasme masyarakat yang ingin mendapatkannya dan masuk ke situs secara bersamaan.
Pendaftaran kartu pra kerja dibagi jadi 2 periode. Gelombang pertama mulai 11 hingga 16 april, sedangkan yang kedua mulai 20 hingga 23 april. Masyarakat langsung antusias dan mendaftar serta melengkapi formulir secara online. Di gelombang pertama saja total pendaftar lebih dari 6 juta orang. Hal ini membuktikan mereka ingin maju dan lari dari jerat kemiskinan.
Masyarakat menyambut kartu pra kerja dengan gembira, karena kartu ini bukan sekadar bantuan sosial atau subsidi bagi penganggur seperti yang terjadi di beberapa negara lain. Memang ada bantuan berupa uang sebanyak 3.550.000 rupiah. Namun sebagian uang itu digunakan pemilik kartu pra kerja untuk biaya pelatihan yang bisa diikuti oleh mereka. Pelatihan tersebut di antaranya di bidang kecantikan, teknologi, wirausaha, dan lain-lain. Jadi masyarakat bisa memilih workshop mana yang paling diminati.
Pelatihan peserta kartu pra kerja juga bisa dilakukan secara online (selain pelatihan offline). Jadi lebih praktis karena tidak usah mengeluarkan biaya transportasi dan bisa dilakukan di rumah, dengan bermodal laptop atau smartphone. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, pelatihan secara offline tentu lebih beresiko tinggi, jadi lebih cocok untuk melakukan workshop secara online.
Setelah mendapatkan pelatihan, maka peserta akan mendapat uang saku sebanyak 400.000 rupiah yang akan ditransfer secra bertahap selama 6 bulan. Uang ini diharap tidak dihabiskan secara konsumtif, tapi digunakan untuk ongkos transportasi untuk melamar kerja. Atau digunakan untuk modal usaha.
Selain mendapat uang saku, para pemilik kartu juga mendapat imu yang bisa digunakan dalam dunia kerja. Mereka juga bisa membuka usaha sendiri karena sudah punya modal berupa keterampilan. Akan lebih baik lagi ketika masyarakat berbisnis sendiri, karena selain bisa bekerja secara mandiri, juga bisa mengentas pengangguran lain ketika mereka membutuhkan karyawan.
Dari 8 juta pendaftar kartu pra kerja, yang lolos hanya sekitar 100.000 orang. Proses seleksi dilakukan secara ketat, dengan memeriksa nomor induk kependudukan yang ada di KTP, foto diri yang jelas, alamat, nomor HP, dan data-data lain. Pemeriksaan ini wajib dilakukan agar kartu pra kerja benar-benar didapatkan oleh orang yang membutuhkan, bukan yang hanya sekadar iseng mendaftar.
Program kartu pra kerja disambut sangat baik oleh masyarakat karena di tengah pandemi Covid-19 ini pengangguran makin meningkat karena banyak pabrik yang ditutup. Jadi, peluncuran kartu di bukan april sangat tepat untuk menolong mereka agar segera mendapat pekerjaan. Juga terbebas dari beban karena harus menghidupi anak dan istri padahal tak punya pendapatan tetap, setelah tak lagi berstatus karyawan.
Kartu pra kerja adalah program pemerintah yang sangat baik karena bisa membuat masayarakat mendapatkan keterampilan baru setelah mengikuti pelatihan. Selain itu ada uang saku bagi pemilik kartu yang nominalnya lumayan. Tak heran, pendaftar kartu ini mencapai 8 juta orang dan mereka sangat berharap lolos seleksi. Semoga setelah mendapatkan kartu ini, para penganggur makin berkurang dan bisa berkarya dengan bahagia.

)* Penulis adalah warganet, aktif dalam Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini
Share:

Radikalisme Menjadi Ancaman NKRI


Oleh : Didi Anggoro )*

Portalindo.co.id-@mr
Kamis, 30 April 2020 - Radikalisme diyakini masih menjadi ancaman bersama bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebaran paham radikal  juga disinyalir semakin masif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Masyarakat dan Pemerintah diimbau untuk mewaspadai penyebaran ideologi terlarang tersebut.
Kata radikal seakan menjadi sebuah kata yang menakutkan, kata tersebut seakan menggambarkan aksi yang jauh dari kesan perdamaian dan cinta kasih sesama manusia, lalu sebenarnya apa itu radikal dan bagaimana cara kita mengetahuinya.
Radikalisme merupakan suatu paham yang dibuat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.
Menurut Kartodirjdo (1985), radikalisme adalah gerakan sosial yang menolak secara menyeluruh tertib sosial yang sedang berlangsung dan ditandai oleh kejengkelan moral yang kuat untuk menentang dan bermusuhan dengan kaum yang memiliki hak-hak istimewa dan yang berkuasa.
Sedangkan menurut Hasani dan Naipospos (2010), radikalisme adalah pandangan yang ingin melakukan perubahan yang mendasar sesuai dengan interpretasinya terhadap realitas sosial atau ideologi yang dianutnya
Tak jarang aksi kekerasan tersebut dapat menimbulkan korban jiwa dan menyisakan duka yang amat mendalam.
Jika dilihat dari sudut pandang agama, kata radikalisme dapat diartikan sebagai paham keagamaan yang mengacu pada fondasi agama yang sangat tinggi, sehingga tidak jarang penganut dari paham/aliran tersebut menggunakan kekerasan kepada orang yang berbeda paham/radikal untuk mengaktualisasikan paham keagamaan yang dianut dan dipercayai untuk diterima secara paksa.
Mereka yang berpikiran radikal, akan menganggap bahwa tindakan seperti teror bom, melakukan penyerangan kepada aparat ataupun perusakan rumah ibadah agama lain merupakan bagian dari jihad.
Bahkan jika ada sebagian dari anggotanya yang meninggal, maka kelompok radikal tersebut akan menganggap almarhum sebagai seorang yang merindukan surga.
Masalah ekonomi ternyata juga menjadi sebab seseorang untuk serta merta percaya pada tokoh-tokoh yang radikal karena dianggap dapat membawa perubahan drastis pada hidup. Selain itu pendidikan maupun pengajaran agama yang salah oleh tenaga pendidik dengan memberikan ajaran yang salah juga menjadi sumber penyebab orang menjadi radikal.
Tentu kita sudah tidak asing bahwa penyebaran paham radikalisme kerap menyasar pada perguruan tinggi negeri maupun swasta, kondisi ini tentu saja sangat berpotensi terpaparnya mahasiswa akan paham radikal.
Kita pun harus bisa mengenali ciri-ciri orang yang patut dicurigai sebagai kelompok radikalisme, dimana biasanya anggota dari kelompok ini mendadak menjadi anti sosial, menghabiskan waktu dengan komunitas yang dirahasiakan, mengalami sikap emosional ketika berbicara seputar pandangan politik dan keagamaan, dan yang paling mencolok adalah mengungkapkan kritik yang berlebihan terhadap praktik masyarakat secara umum, serta memutus komunikasi dengan orang tua dan keluarga.
Selain itu, para radikalis cenderung memiliki pemahaman yang sempit, keras, dan selalu ingin mengoreksi paham orang lain.
Parahnya, mereka sudah menunjukkan diri sebagai seseorang yang anti terhadap pancasila, mereka tidak ingin negara Indonesia berdiris dengan azas Pancasila. Mereka ingin mengubah negara Indonesia yang Pancasila menjadi negara khilafah.
Jika mereka sudah anti terhadap Pancasila, sudah pasti mereka akan anti terhadap kebhinekaan yang ada di Indonesia. Dimana kebhinekaan sebagai suatu keragaman yang ada seharusnya bisa menjadi pemersatu, namun justru sebaliknya menolak perbedaan itu sendiri.
Kita juga harus waspada terhadap orang yang secara terang-terangan tidak senang dengan pemikiran para pemuka agama atau lembaha agama yang moderat. Kaum radikalis akan menganggap bahwa pemuka agama moderat telah disusupi/sesat.
Tak jarang, Radikalisme terkesan mempersulit Agama Islam yang sejatinya samhah (ringan) dengan menganggap ibadah sunnah seakan akan wajib dan makruh seakan-akan haram.
Kaum radikalis terkadang cenderung berperilaku beragama yang lebih memprioritaskan persoalan-persoalan sekunder dan mengesampingkan yang primer.
Sehingga, jamak ditemui bahwa orang yang telah terpapar paham radikal, dirinya akan mudah mengkafirkan orang lain yang berbeda pendapat. Yang paling ekstrem mereka bahkan berani bersuara untuk mengkafirkan pemerintah yang menganut demokrasi hingga mengkafirkan umat Islam di Indonesia yang menjunjung tradisi lokal.
Pemikiran dan sikap yang keras dari seseorang yang terpapar paham radikal, terkadang tampak dari penolakannya terhadap ideologi non-timur tengah termasuk ideologi barat, seperti demokrasi, sekularisme dan liberalisasi.
Dengan mengenali ciri-ciri dari orang yang telah terpapar paham radikal, sudah semestinya kita bersikap waspada terhadap paham tersebut, jangan sampai kita terbawa arus untuk terjebak di dalamnya hingga melupakan fitrah sebagai masyarakat Indonesia.

)* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pakuan Bogor
Share:

Jum'at Berkah Babinsa dan Kapolsek LAS Bagi Sembako Door To Door



Portalindo.co.id-@mr
BARABAI - Guna membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat kurang mampu, Babinsa Koramil 1002-04/Pantai Hambawang Serda Firman dan Kapolsek Labuan Amas Selatan membagi sembako, Jum'at.(01/05).

Pembagian sembako ini door to door dilakukan menyasar kepada warga kurang mampu di desa Durian Gantang, Pantai Hambawang Timur dan desa Tabudarat Hulu kecamatam Labuan Amas Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Seperi disampaikan oleh Kapolsek Labuan Amas Selatan  Iptu Nafrizal menyampaikan bahwa dampak mewabahnya pandemi virus corona atau Covid 19, sangat dirasakan seluruh masyarakat, khususnya masyarakat kecil yang secara ekonomi harus berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dengan pembagian sembako ini dapat meringankan beban warga,"terangnya.

Sementara itu Serda Firman mengatakan, pemberian paket Sembako merupakan bentuk kepedulian TNI-Polri untuk meringankan beban hidup masyarakat di sekeliling akibat dampak Covid-19, dan dengan bantuan yang kita berikan ini, semoga bermanfaat dan dapat  membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan," terangnya.

Masih menurut Serda Firman sudah seharusnya kita sesama manusia berkewajiban membantu keluarga yang kurang mampu, maka hari ini melalui Jumat Berkah, kami menyerahkan bantuan paket Sembako kepada warga yang membutuhkan, dengan harapan dapat sedikit meringankan beban dalam memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari,"tegas Firman.(pendim1002).
Share:

DANDIM 0504/JS BERSAMA KAPOLRES METRO JAKARTA SELATAN BAGIKAN BANSOS KEPADA WARGA YANG TERDAMPAK PANDEMI COVID -19


Portalindo.co.id-@mr
Kodam Jaya - Dandim 0504/JS Kolonel Arh Tony Aris Setyawan bersama Kapolres Metro Jaksel Kombes Pol Bubi S.bagikan bantuan sosial berupah Bingkisan Sembako dari Yayasan Buddah TZU CHI Indonesia berkerjasama dengan TNI-POLRI kepada Warga Masyarakat bertempat di Jl.Bukit Duri Timur RW.01  Kel.Bukit Duri Kecamatan Tebet Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2020).

Pada kesempatan itu Dandim 0504/JS menyampaikan kepada awak media"Pembagian sembako ini adalah salah satu bentuk kepedulian dari kita bersama dan terselenggara atas kerjasama Yayasan Buddah TZU CHI Indonesia berkerjasama dengan TNI-POLRI, diperuntukkan untuk membantu warga masyarakat dalam menghadapi pandemi Covid -19"

"Diharapkan kepada warga masyarakat yang mampu mari saling berbagi, membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan"lanjut Dandim

"Kegiatan ini salah satu bagiaan dari upaya membantu masyarakat mengatasi kesulitan dalam memperoleh kebutuhan pokok berupah pangan dalam menghadapi dampak Covid 19"

"kami menghimbau agar warga masyarakat mematuhi protokol aturan PSBB agar tetap tinggal di rumah, tidak keluar rumah bila tidak terlalu penting, jaga jarak fisik dengan tidak berkerumun, sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir" Kolonel Arh Tony menyampaikan himbauannya

"Untuk memutus mata rantai penyebaran, penularan Covid-19 diperlukan kesadaran serta kedisiplinan dari masing-masing individu warga masyarakat untuk mematuhi dan mengikuti himbauwan dan aturan PSBB"Tutup Dandim 0504/JS Kolonel Arh Tony Aris Setyawan.

Sementara itu Bpk. Rudi Warga Kel.Bukit Duri mengucapkan trimakasih atas bantuan yang diberikan"Kami sangat berterimakasih atas bantuan yang diberikan kepada kami, ini sangatlah membantu kami terutami dalam situasi seperti ini".(*)
Share: